
Serang (22/5) Senkom Mitra Polri Menjaga jalannya kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kab Serang dalam meresmikan Kampung Pancasila di RW 02, desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah Pengamat kebijakan publik sekaligus tokoh masyarakat, Camat Kramatwatu. Menurutnya, program ini dianggap sebagai upaya nyata dalam merawat jiwa kampung di tengah gempuran modernisasi.
Camat mengatakan, Kampung Pancasila di Jl. Swadaya jl. Kramat Baru No. 14 bukan sekadar simbol administratif, melainkan ruang hidup untuk membumikan nilai-nilai kebangsaan secara konkrit. Ia menekankan bahwa kekuatan Kramatwatu tidak hanya dapat diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi dari kehangatan hubungan sosial yang terbentuk antar warganya.
“Kampung Pancasila adalah pernyataan tegas bahwa Kramatwatu menolak menjadi kabupaten yang dingin dan individualistik. Di sini, Pancasila tidak berhenti sebagai teks, tapi hadir dalam tindakan sehari-hari seperti gotong royong dan penghormatan terhadap keberagaman,” ujar Camat.
Ia menambahkan bahwa pemilihan kampung sebagai titik awal penguatan nilai-nilai ini sangatlah tepat. Kampung adalah ruang yang paling dekat dengan denyut nadi kehidupan warga, sehingga internalisasi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan jauh lebih efektif dilakukan dari sana.
Lebih lanjut, Camat menguraikan konsep keinginan yang diusung dalam program ini. Menurutnya, keinginan suatu kabupaten bukan hanya masalah lingkungan hijau, melainkan juga ketahanan sosial.
“Kabupaten yang berkelanjutan adalah kabupaten yang warganya saling mengenal dan menjaga. Dengan adanya Kampung Pancasila, rasa aman tumbuh dari kesadaran kolektif, bukan sekedar karena pengawasan aparat.

Ia pun mengapresiasi, kunjungan Senkom Mitra Polri yang ingin membawa kabupaten ini ke kancah provinsi tanpa kehilangan identitas lokal. Kampung Pancasila dianggap sebagai filter sekaligus identitas kokoh di tengah arus globalisasi.
“Dari Kramatwatu kita belajar, bahwa untuk melangkah jauh ke masa depan, kita justru harus memperkuat akar. Kramatwatu sedang menunjukkan di dunia bagaimana menjadi kabupaten modern yang tetap punya hati,” tutupnya.
