Serang (14/9) – Ketua Senkom Banten, Yunando Prasetyanto dan tim SAR gabungan menggencarkan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput di kawasan Gunung Anak Krakatau, Perairan Selat Sunda, sejak Senin (7/9).
Kelima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas (ANTARA Biro Banten), Arie Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu Agency), dan Donal (jurnalis lepas). Mereka hilang kontak bersama tiga kru kapal cepat Arupadhatu 1 yang terdiri dari kapten, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.
“Setiap waktu sangat berharga. Kami bersama seluruh pihak memaksimalkan sumber daya dan memperluas area pencarian. Prioritas utama yakni menemukan seluruh korban secepat mungkin dalam keadaan selamat,” ujar Yunando, Rabu (9/9).
Yunando Ketua Senkom Banten menegaskan keselamatan jurnalis harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, jurnalis kerap berada di garda terdepan untuk menyampaikan fakta kepada masyarakat, bahkan di lokasi rawan bencana dengan risiko keselamatan tinggi.
“Jurnalis adalah profesi yang mulia karena mereka menjadi mata dan telinga masyarakat. Mereka bekerja untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai berbagai peristiwa. Namun, di balik tugas tersebut, keselamatan mereka juga harus benar-benar diperhatikan dan menjadi prioritas,” katanya.

Yunando bersama seluruh unsur SAR, mulai dari personel hingga armada kapal dan peralatan komunikasi, saling bersinergi agar operasi penyelamatan berjalan terukur dan optimal.
“Kita berharap segera mendengar kabar baik. Semoga kelima jurnalis dan tiga orang lainnya yang berada dalam kapal tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat, tanpa kurang apa pun,” pungkasnya.
Sebelumnya, kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa total delapan orang tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju Gunung Anak Krakatau sebelum akhirnya dilaporkan hilang kontak. Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung.