SERANG (20/8) – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggelar Apel Besar Sabuk Kamtibmas yang dirangkaikan dengan Konsolidasi Bhabinkamtibmas dan Apel Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa) Tahun 2026 di Lapangan Apel Polda Banten, Kamis (20/8/2026).
Apel dipimpin Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki dan dihadiri Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah serta Kasrem 064/Maulana Yusuf Kolonel Inf. Shofanudin. Kegiatan tersebut melibatkan 22 elemen masyarakat, termasuk Senkom Mitra Polri.
Dalam amanatnya, Irjen Pol. Hengki mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Banten.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hengki, Banten memiliki karakteristik wilayah yang beragam, mulai dari kawasan industri, pelabuhan, pusat perdagangan, destinasi wisata, perkotaan, pedesaan, hingga wilayah pesisir.
Keragaman tersebut, lanjutnya, menghadirkan dinamika kamtibmas yang membutuhkan kemampuan untuk membaca situasi serta melakukan pencegahan sejak dini.
“Karena itu, pola pemeliharaan kamtibmas harus semakin mengedepankan pencegahan, bukan hanya penanganan. Setiap persoalan harus dikenali lebih awal, dikomunikasikan dengan cepat, dan diselesaikan secara tepat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” katanya.
Hengki menjelaskan, Sabuk Kamtibmas dan Pam Swakarsa memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga keamanan lingkungan. Sabuk Kamtibmas menjadi simbol kepedulian dan komunikasi masyarakat, sedangkan Bhabinkamtibmas berperan sebagai penggerak penyelesaian persoalan di wilayah binaan.
Sementara itu, Pam Swakarsa berfungsi memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Ia meminta seluruh Bhabinkamtibmas memahami karakteristik wilayah dan masyarakat binaannya. Personel juga diminta hadir sebagai anggota Polri yang mudah ditemui, mau mendengar, dan mampu memberikan solusi.
“Jangan menunggu persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar. Jadilah mitra prioritas dalam menjaga keamanan, kerukunan, dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Hengki juga mengingatkan masyarakat agar memahami batas kewenangan dan mengedepankan sikap humanis. Jika menemukan potensi gangguan kamtibmas, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan kepolisian.
Di tengah derasnya arus informasi, ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Saya juga mengingatkan agar kita tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Jangan menjadi bagian dari penyebar hoaks, ujaran kebencian maupun provokasi,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadi pihak yang mampu menenangkan keadaan, menjaga persatuan, dan memperkuat kerukunan.
Kepada seluruh personel dan jajaran Polri, Hengki menekankan empat komitmen moral yang harus dipegang teguh, yakni disiplin, keterbukaan, loyalitas, dan ikhlas.
“Jadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam bersikap, bertindak, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia meminta seluruh personel melaksanakan tugas dengan semangat serta membangun sikap yang aman, antisipatif, modern, dan akuntabel. Personel harus mampu membaca potensi gangguan, mengikuti perkembangan zaman, serta mempertanggungjawabkan setiap tindakan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
“Keberhasilan menjaga kamtibmas tidak hanya diukur dari seberapa cepat kita menangani suatu kejadian, tetapi juga dari seberapa banyak gangguan yang mampu kita cegah dan seberapa besar kepercayaan masyarakat yang mampu kita jaga,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hengki menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh Bhabinkamtibmas, anggota Pam Swakarsa, unsur kamtibmas, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda Banten.

“Mari kita terus perkuat sinergi dan kepedulian dalam pelaksanaan tugas menuju Banten yang aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.
