Kota Tangerang Selatan (23/9) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan terus memperkuat budaya sadar bencana melalui pendidikan sejak dini. Berkolaborasi dengan sekolah citra insan mulia di Kota Tangerang Selatan, BPBD memberikan pelatihan mitigasi bencana kepada peserta didik dan santri pondok pesantren Baitussalam.

 

Program edukasi ini dilaksanakan selama satu pekan dengan menyasar sekolah dan ponpes di Kota Tangerang Selatan. Melalui kegiatan tersebut, BPBD mengenalkan pengetahuan dasar kebencanaan sekaligus membekali siswa dengan keterampilan menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.

 

Pada Rabu, kegiatan sosialisasi dilaksanakan di sekolah, yakni SMP citra insan mulia Kota Tangerang Selatan dan pondok pesantren Baitussalam. Ratusan siswa dan santri tampak antusias mengikuti setiap sesi penyampaian materi maupun simulasi yang diberikan oleh tim BPBD Kota Tangerang Selatan.

 

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan potensi bencana, khususnya gempa bumi, serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Para siswa juga dikenalkan dengan pentingnya memahami jalur evakuasi, titik kumpul, serta budaya kesiapsiagaan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah.

 

Kepala SMP citra insan mulia Kota Tangerang Selatan, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan kebencanaan menjadi bekal penting bagi peserta didik dan santri agar mampu mengenali risiko di lingkungan sekolah dan mengetahui tindakan yang tepat ketika terjadi bencana.

 

“Program pengenalan kebencanaan ini menjadi pembelajaran yang sangat penting bagi siswa dan santri. Mereka dapat mengenali potensi yang ada di lingkungan sekolah, memahami bagaimana harus bertindak ketika terjadi bencana, serta mengetahui titik kumpul dan jalur evakuasi yang telah disiapkan sekolah,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Selatan, mengatakan bahwa pendidikan kebencanaan sejak dini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagaimana menjadi salah satu program pemerintah dalam pengurangan risiko bencana.

 

Menurutnya, setiap satuan pendidikan didorong untuk menerapkan konsep SPAB agar warga sekolah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan budaya siaga bencana. Dengan demikian, apabila terjadi keadaan darurat, seluruh warga sekolah telah mengetahui langkah penyelamatan yang benar sehingga risiko korban dapat diminimalkan.

 

“Pendidikan kebencanaan sejak dini merupakan investasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana. Melalui penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), kami berharap setiap sekolah memiliki kesiapsiagaan yang baik sehingga mampu mengurangi risiko dan dampak bencana,” katanya.

 

Ia menambahkan bahwa salah satu potensi bencana yang perlu menjadi perhatian di Kota Tangerang Selatan adalah gempa bumi. Oleh karena itu, siswa perlu dibekali pengetahuan serta latihan mengenai prosedur penyelamatan diri ketika terjadi gempa.

Melalui kolaborasi antara BPBD Kota Tangerang Selatan dan sekolah citra insan mulia, diharapkan terbentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap keselamatan, memahami risiko bencana di sekitarnya, serta mampu mengambil tindakan yang tepat dalam situasi darurat. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah yang aman, tangguh, dan berbudaya siaga bencana.

By S13EGI

S13EGI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *